BERITA : Ban Pesawat LION AIR Ternyata BEKAS

BERITA : Ban Pesawat Lion Air Ternyata BEKAS - Sejumlah jam penerbangan rute maskapai Lion Air yang terlambat ternyata di sebabkan urusan administrasi dokumen pengeluaran ban bekas yang akan digunakan armada Lion Air. Sembilan pesawat yang belum bisa ganti ban terpaksa digrounded.

LION AIR
LION AIR

BAN BEKAS DIGUNAKAN MASKAPAI LION AIR 


Berita Ban bekas yang di gunakan oleh maskapai nasional ini cukup mengejutkan kalangan publik. Tetapi Direktur Umum Lion, Edward Sirait, mempertegas tidak ada yang aneh dalam penggunaan ban bekas.

Ban bekas pakai yang diimpor dari Hong Kong, ungkap Edward, tidak hanya digunakan maskapai Lion Air. penggunaan ban bekas biasa digunakan dalam industri penerbangan, termasuk oleh maskapai lain yang beroperasi di Indonesia. Penggunaan ban bekas itu sudah ada surat izin resmi dari Direktorat Jenderal Angkutan Udara Kementerian Perhubungan.

Edward akan menjamin keamanan penggunaan ban bekas pesawat dari pabrik langganan Lion Air. "Sudah ada surat sertifikasi. Ban bekas yang mereka produksi juga digunakan oleh maskapai nasional lainnya," kata Edward dalam pertemuan jumpa pers, hari Jumat 18 Oktober 2013. 

Biasanya ban bekas yang dikirim ke pabrik untuk di rekondisi merupakan ban yang baru 1-4 kali di gunakan. Sementara proses vulkanisir bisa dilakukan sampai 5 kali. Ada sekitar 800 ban vulkanisir Lion Air yang masih tertahan di Gudang Pelabuhan Tanjung Priok, ucap dia, sudah menjalani proses ini sebanyak empat kali.

Lion, ungkap Edward, rutin mengganti ban masing-masing pesawat setelah 10 kali mendarat. "Tapi yang menentukan (vulkanisir) bukan maskapai. misalkan saja kita kirim 100 ban, tapi yang 30 dibuang (reject)," ucap dia.

Mengaku teledor soal keterlambatan sejumlah jadwal penerbangan yang membuat ratusan penumpang marah pada Kamis malam dan Jumat pagi tadi, ucap Edward, karena prosedur administrasi ban impor. Edward mengakui pihaknya teledor dalam pengurusannya meski walaupun mempunyai izin sertifikasi dari Direktorat Jenderal Angkutan Udara Kementerian Perhubungan. Makanya Lion Air saat itu kekurangan ban cadangan . Alasan lain, prosedur administrasi terjadi saat libur hari besar (Idul Adha).

Menurut Edward, di Gudang  Tanjung Priok, Dki Jakarta, ada delapan unit kontainer yang berisi 800 unit ban vulkanisir yang tertahan di pelabuhan sebab izin dokumentasi nya masih dalam proses. Karena prosesnya terjadi saat libur hari raya Idul Adha (Libur Nasional). "Tetapi untuk ban vulkanisir, harus ada prosedur administrasi, waktu proses di Bea Cukai lamanya sekitar 2 sampai 3 hari," ucap dia.

Jika di hitung nilainya, berapa ban vulkanisir milik Lion Air yang ada di pelabuhan itu? "Ya, kalikan saja US$1.500 dengan 800 ban," ucap Edward.

Tinggalkan Komentar: